Sabtu, 22 September 2007
Konsep Sistem Informasi Manajemen
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :
Kurang organisasi yang wajar
Kurangnya perencanaan yang memadai
Kurang personil yang handal
Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.
Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.
Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.
Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.
A.DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.
Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.
B.UNSUR-UNSUR SISTEM INFORMASI SEDERHANA
Semua sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).
DATA : fakta-fakta atau sesuatu yang dianggap (belum mempunyai arti)
INFORMASI : data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.
Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya.
C.SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJER
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi, perencanaan jangka panjang & pendek, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.
Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.
Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.
D. SISTEM INFORMASI INTELIJEN
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang para manajer tidak menerima dari sumber lain.
Sumber informasi intelijen :
Lembaga pemerintah.
Asosiasi perdagangan industri
Perusahaan riset pasar swasta
Media massa
Kajian khusus yang dilakukan organisasi
Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus dalam selera konsumen.
Unsur pokok dalam informasi intelijen :
Profil keperluan informasi dari manajer
Sistem penggalian informasi manajemen
Sistem pengkodean dan penyimpanan.
Sistem analisis data
Kajian khusus
Sistem pelaporan
Pedoman penghapusan data.
Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.
E.INTEGRASI SISTEM INFORMASI
Integrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.
Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.
Keuntungan dari integrasi :
Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.
Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.
F.EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
A. Fokus awal pada data
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuha n informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .
B. Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.
C. Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system)
= sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.
Manajer tsb. Berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.
Spesifikasi DSS :
Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.
D. Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.
E. Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
G.KEMAMPUAN SEBUAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.
SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :
Pemrosesan data batch
Pemrosesan data tunggal
Pemrosesan on-line, real time
Komunikasi data dan switching pesan
Pemasukan data jarak jauh dan up date file
Pencarian records dan analisis
Pencarian file
Algoritme dan model keputusan
Otomatisasi kantor.
H.KEMAMPUAN PELAPORAN
Semua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai dengan bentuk tertentu.
Prinsip pelaporan :
Laporan harus menonjolkan informasi terpenting
Harus seringkas mungkin
Harus disediakan dukungan
Sistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
Setiap laporan harus berformat keputusan
Terstruktur untuk melaporkan suatu kinerja
Jenis-jenis laporan :
1. Laporan periodik
Laporan yang secara rutin dikerjakan
2. Laporan indikator kunci
Merupakan variasi laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.
Laporan siap panggil
Jenis laporan yang ditetapkan oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.
Laporan khusus
Laporan ini sering disebut juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.
Laporan perkecualian
Yaitu laporan yang berisi hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.
I.INTERFACE ANTARA MANAJER DAN MESIN.
= titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.
Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :
Pengembangan program komputer
Dialog atau menyelami file
Mengakses data
Memasukkan input.
RINGKASAN
Seiring dengan perkembangan lingkungan bisnis yang rumit dan lingkungan yang dinamis tuntutan terhadap keberadaan Sistem informasi manajemen adalah menjadi kebutuhan.
Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi secara rasional dan yang mentransformasikan data menjadi informasi dengan berbagai cara sehingga dapat meningkatkan produktifitas selain juga harus disesuaikan dengan gaya dan watak para manajernya.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya membangun SIM, antara lain :
· Kurang organisasi yang wajar
· Kurangnya perencanaan yang memadai
· Kurang personil yang handal
· Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Kemampuan teknis sistem komputer :
Pemrosesan data batch
Pemrosesan data tunggal
Pemrosesan on-line, real time
Komunikasi data dan switching pesan
Pemasukan data jarak jauh dan up date file
Pencarian records dan analisis
Pencarian file
Algoritme dan model keputusan
Otomatisasi kantor.
Modul Pengajian Sistem Imformasi Sumber Daya Manusia
This paper describes the development of software application for management needs using intranet computer network infrastructure, especially for the Payroll System which is a part of Human Resource Management Information System. Using Tree Tier Architecture based on web technology and supported by Open Source tools (LINUX Operating System, Apache Web Server, PostgreSQL Database Server, PHP Programming Language and PdfLib Lite Library), the system can be easily accessed by client computer using Web Browser. Besides intending to increase the use of the existing intranet, this system is also expected to help accelerate the work process of compensation administration section in calculating and making the details of employee’s salaries, making reports in standard formats, and searching data related to salary matters.
Intisari
Makalah ini menjelaskan pembuatan suatu aplikasi perangkat lunak yang memanfaatkan infrastruktur jaringan komputer intranet untuk keperluan manajemen organisasi, khususnya dalam sistem penggajian yang merupakan bagian/subsistem dari Sistem Infromasi Sumber Daya Manusia. Dengan menggunakan arsitektur Three Tier berbasis teknologi web dan didukung dengan perangkat-perangkat yang bersifat Open Source (Sistem Operasi LINUX, Web Server Apache, Database Server PostgreSQL, Bahasa Pemrograman PHP dan PdfLib Lite Library), sistem ini dapat diakses dengan mudah melalui web browser oleh komputer client. Selain bertujuan untuk meningkatkan penggunaan intranet yang ada, sistem ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses kerja bagian administrasi penggajian dalam perhitungan dan pembuatan rincian gaji para pegawai, pembuatan laporan dengan format standar, serta pencarian data yang berhubungan dengan masalah gaji.
1. Pendahuluan
Sistem Informasi Manajemen dibangun untuk mendukung proses yang berjalan dalam organisasi, dimana tercakup didalamnya antara lain : proses perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Secara akurat Sistem Informasi Manajemen harus dapat memberikan informasi mengenai kondisi riil organisasi. Salah satu bagian dari Sistem Informasi Manajemen yang penting adalah Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), karena sumber daya manusia merupakan aset yang sangat berharga bagi organisasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan pilar fungsi utama organisasi dalam mendukung pola penentuan strategi dan kebijakan secara terpadu. Keputusan-keputusan sumber daya manusia yang sehat harus didukung oleh informasi mengenai sumber daya manusia yang baik. SISDM merupakan prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil dan memvalidasi data oleh organisasi mengenai sumber daya manusia, dan kegiatan-kegiatan personalia. [SIM97]
Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah membangun SISDM secara online yang dapat diterapkan pada semua unit kerja LIPI dengan memanfaatkan jaringan komputer intranet yang telah ada. Keseluruhan sistem yang dibangun terdiri dari beberapa bagian/subsistem, meliputi : modul administrasi biodata pegawai, modul perencanaan dan pengembangan pegawai, modul penggajian, modul pencatatan kehadiran pegawai dan modul pelayanan informasi pegawai. [MED03]Gambar 1.1. Arsitektur SISDM.
Dalam makalah ini akan secara khusus dibahas mengenai perancangan dan implementasi dari salah satu subsistem dari SISDM diatas, yaitu Modul Penggajian.
2. Sistem Penggajian
Sistem Penggajian merupakan fungsi penting yang menjadi tanggungjawab Manajemen Sumber Daya Manusia. Gaji merupakan kembalian-kembalian finansial yang diterima oleh para pegawai sebagai ganti kontribusi mereka terhadap organisasi. Sistem Penggajian adalah proses yang menentukan tingkat penggajian pegawai, memantau atau mengawasi, mengembangkan serta mengendalikan gaji pegawai [MIC95]. Modul Penggajian yang dibangun dalam penelitian ini mengacu pada aturan Sistem Penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku di Indonesia, dimana struktur gaji terdiri dari beberapa komponen, yaitu gaji pokok, tunjangan keluarga yang terdiri dari tunjangan istri/suami dan tunjangan anak, tunjangan jabatan fungsional atau jabatan struktural, tunjangan beras, pajak penghasilan (PPh), iuran wajib pegawai IWP, potongan lain-lain (seperti sewa rumah dinas, potongan tugas belajar luar negeri, dan lainnya) dan pembulatan gaji ke kelipatan seratus. [BAD02]
Nilai gaji pokok ditentukan oleh golongan ruang kepangkatan, masa kerja dan status kepegawaian. Tunjangan keluarga dihitung berdasarkan gaji pokok, yaitu lima persen untuk tunjangan istri/suami dan dua persen untuk tunjangan masing-masing anak. Nilai IWP adalah sebesar sepuluh persen dari penjumlahan gaji pokok dan tunjangan keluarga. Selain gaji pokok, komponen-komponen gaji yang digunakan dalam perhitungan PPh adalah tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, pembulatan gaji dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Perhitungan PPh tersebut adalah sebagai berikut :PPh = (penghasilan - (5% X penghasilan) - (4,75% X (gaji pokok + tunjangan keluarga)) – PTKP) X 10%,dimana nilai penghasilan dari formula di atas adalah penjumlahan dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras dan pembulatan gaji.
Selain informasi gaji, keluaran dari Modul Penggajian ini adalah laporan bulanan penggajian yang digunakan untuk pengajuan gaji pegawai kepada KPKN (Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara). Laporan bulanan ini terdiri dari : daftar komposisi pegawai PNS/CPNS dan jumlah keluarganya, daftar PPh masing-masing pegawai, daftar nama-nama pegawai yang mendapatkan tunjangan jabatan, daftar rincian gaji pegawai per golongan berikut rekapitulasi gaji per lembar laporan, dan rekapitulasi keseluruhan gaji per golongan. Selain laporan bulanan untuk KPKN, Modul Penggajian yang dibuat juga harus dapat membuat daftar rincian gaji per pegawai untuk keperluan internal unit kerja.
3. Perangkat Pendukung
Pembangunan SISDM ini didukung oleh perangkat-perangkat yang bersifat open source, yang pada era teknologi informasi saat ini penggunaannya semakin meningkat di dunia pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Perangkat open source yang digunakan pada pembangunan sistem ini adalah Sistem Operasi LINUX, Web Server Apache, Database Server PostgreSQL, Bahasa Pemrograman PHP dan PdfLib Lite Library. Dengan menggunakan arsitektur Three Tier yang didukung oleh perangkat-perangkat tersebut diatas, sistem ini mempunyai keunggulan dalam hal efektifitas sistem keamanan database, biaya overhead dan unjuk kerja dari aplikasi yang dihasilkan.
LINUX merupakan sistem operasi yang kompatibel dengan UNIX yang berisi kernel dan sekumpulan program-program aplikasi lain. Sistem operasi ini telah terbukti kestabilannya dan memenuhi sejumlah kriteria kualitas yang ada. Apache adalah web server yang bejalan pada LINUX dengan kualitas yang baik dan kemudahan dalam instalasi. Bahasa pemrograman PHP digunakan untuk membuat aplikasi tyang diljalankan di atas teknologi web. Proses aplikasi ini secara keseluruhan dikerjakan di web server dan akan memberikan hasil pada web browser. Database Server PostgreSQL dibuat untuk memenuhi kebutuhan database server yang bersifat open source. Selain menawarkan fitur standar bahasa SQL (Structured Query Laguage), database server ini memberikan fitur tambahan berupa class, inheritance, type dan function, sehingga database ini termasuk dalam kelompok ORDBMS (Object Relational Database Management System). Fitur penting lain yang dimiliki PostgreSQL antara lain : constraint, triggers, rule dan transaction integrity yang memberikan kemudahan dalam proses implementasi. PdfLib Lite merupakan library yang berisi kumpulan fungsi-fungsi dalam PHP untuk membuat dokumen dalam format standar PDF (Portable Document Format). Format file PDF bersifat cross platform, dapat dibuka pada berbagai sistem operasi. Format file PDF telah umum digunakan di dunia internet sebagai standar format dokumen yang siap cetak dengan ukuran file yang kecil.
4. Perancangan
Rancangan Basis Data
Basis data yang dirancang untuk Modul Penggajian menyimpan data-data antara lain : golongan ruang kepangkatan, biodata pegawai, daftar gaji pokok, penanggungjawab penggajian, daftar PTKP, tunjangan wajib, tunjangan jabatan, potongan wajib, potongan khusus pegawai, dan rincian komponen gaji. Relasi dari data-data tersebut dapat dilihat dari hubungan tabel-tabel pada gambar berikut :
Gambar 4.1. Struktur Basis Data Modul Penggajian.
Tabel Tunjangan Wajib berisi data-data yang berhubungan dengan tunjangan keluarga dan tunjangan beras. Potongan bantuan perumahan dan iuran wajib pegawai, disimpan pada tabel Potongan Wajib. Besarnya potongan bantuan perumahan ditentukan oleh golongan ruang. Tabel Potongan khusus menyimpan data potongan-potongan gaji dimana datanya berbeda untuk setiap pegawai. Data pada tabel Tunjangan Wajib dan Potongan Wajib berlaku sama untuk semua pegawai, tetapi untuk tabel Potongan khusus, data berbeda untuk masing-masing pegawai. Tabel Golongan dan Biodata Pegawai dalam Modul Penggajian ini berfungsi sebagai tabel referensi. Pengelolaan kedua tabel tersebut dilakukan pada Modul Administrasi Biodata Pegawai. Tabel Rincian Gaji merupakan tabel turunan hasil pengambilan dan perhitungan data yang diperoleh dari tabel-tabel lainnya. Tabel ini dibuat untuk memudahkan pembuatan format-format standar keluaran Modul Penggajian ini.
Rancangan Software Aplikasi
Dalam merancang software aplikasi diperlukan perangkat perancangan DFD (Data Flow Diagram). Perangkat ini digunakan untuk menjelaskan software aplikasi sebagai jaringan kerja antar proses-proses yang berhubungan satu sama lain. Pada diagram ini ditunjukkan bagaimana aliran data dari satu proses ke proses lain atau ke tempat penyimpanan data. DFD dibuat secara bertingkat, dimana suatu proses akan dijelaskan secara rinci pada DFD tingkat yang lebih tinggi [KEN95]. Gambar berikut adalah DFD tingkat 1 dari Modul Penggajian :
Gambar 4.2. DFD Tingkat 1 Modul Penggajian.
Pada SISDM setiap user login mempunyai tipe user yang menentukan hak akses terhadap modul-modul yang ada. Untuk dapat menjalankan Modul Penggajian ini, operator harus terlebih dahulu melakukan login dengan user id dan password dengan tipe user sesuai untuk mengakses modul ini. Setelah melalui proses validasi login, operator yang mempunyai hak akses terhadap modul ini dapat menjalankan proses-proses untuk memanipulasi, menyeleksi, menghitung data yang berhubungan dengan masalah penggajian, dan membuat laporan dalam format PDF yang dapat dicetak melalui printer. Proses manipulasi data terdiri dari proses menambahkan, menyunting/mengubah data dan menghapus data. Data yang tersimpan dalam basis data dapat ditampilkan pada layar monitor secara keseluruhan dari suatu tabel (operasi melihat data) atau dengan menyeleksi data berdasarkan kata kunci tertentu (operasi mencari data). Untuk mendapatkan keluaran data rincian gaji seorang pegawai atau membuat keluaran berupa laporan yang dapat dicetak, modul ini harus melakukan perhitungan terhadap masing-masing komponen gaji.
5. Implementasi
Tahap implementasi dimulai dengan membuat basis data dalam PostgreSQL dengan mengkonversikan rancangan basis data menjadi tabel-tabel data, manambahkan batasan-batasan integritas, membuat fungsi-fungsi yang diperlukan dan membuat view untuk menggabung beberapa tabel. Software aplikasi dibuat dalam bahasa PHP untuk mengakses basis data yang telah dibuat sebelumnya. Proses perhitungan data penggajian merupakan proses penting dalam modul ini, berikut adalah bagian program yang melakukan proses perhitungan tersebut.
Gambar 5.1. Algoritma Perhitungan Gaji
Tampilan utama dari Modul Penggajian dapat dilihat pada Gambar 5.2. Tampilan ini muncul pada layar setelah operator login ke SISDM, dimana login tersebut mempunyai tipe sebagai adminstrator penggajian. Menu utama dari modul ini terdiri dari operasi-operasi : menambah data, melihat data, mencari data, membuat laporan dan logout. Mengubah dan menghapus data dapat dilakukan setelah operator melakukan operasi melihat data atau mencari data, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.3.
Gambar 5.2. Tampilan Utama Modul Penggajian.
Gambar 5.3. Tampilan Hasil Operasi Melihat Data.
Data rincian gaji pegawai dapat dilihat melalui halaman web atau melalui dokumen PDF yang dapat dibuka melalui web browser. Gambar 5.4. menunjukkan tampilan dari data rincian gaji yang dibuka melalui halaman web. Laporan bulanan untuk KPKN sebagai keluaran utama dari modul ini, dibuat dalam bentuk dokumen PDF. Dokumen ini dapat dicetak dalam ukuran kertas yang dapat disesuaikan. Laporan ini tersusun dari beberapa halaman dengan berbagai macam data seperti yang telah dijelaskan pada Bab 2. Gambar 5.5 memperlihatkan salah satu halaman dari laporan bulanan tersebut.
Gambar 5.4. Tampilan Rincian Gaji Pegawai
Gambar 5.5. Laporan Bulanan KPKN
6. Penutup
Modul Penggajian yang dibuat diharapkan dapat mendukung kegiatan administrasi kepegawaian, khususnya masalah penggajian. Administrasi penggajian yang sebelumnya dilakukan secara manual pada komputer stand-alone, akan lebih mudah dikelola dengan adanya modul ini. Data penggajian dapat diakses secara on-line melalui komputer yang terhubung ke intranet tanpa ketergantungan pada platform tertentu. Dengan tersimpannya data pada database yang terhubung pada server maka proses perubahan dan pencarian data akan lebih mudah dan lebih cepat. Arsitektur Three Tier berbasis teknologi web yang digunakan dalam sistem ini memberikan kemudahan dalam perubahan, pemeliharaan ataupun perbaikan software aplikasi.
Modul penggajian ini belum merupakan sistem yang sempuna secara keseluruhan, sehingga dibutuhkan penyempurnaan secara berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan. Untuk pengembangan lebih lanjut, pada sistem ini perlu ditambahkan fungsi-fungsi yang mengelola komponen kompensasi selain gaji, seperti honor, insentif atau bonus yang berlaku di lingkungan internal unit kerja.
APA DAN BAGAIMANA SISTEM INFORMASI KESEHATAN
Kalimat diatas kadang selalu menggelitik kita semua, memang banyak teori yang dapat menjawab apa itu Sistem Informasi Kesehatan, bagaimana Sistem Informasi Kesehatan dan darimana kita memulainya, tapi dalam prakteknya tidak mudah untuk melaksanakannya, banyak aspek yang mempengaruhinya sehingga hal tersebut membuat banyak Sistem Informasi Kesehatan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita, atau lebih parah lagi kita betul-betul tidak tahu sama sekali terhadap pertanyaan diatas.
Saya pernah bertanya pada teman, menurut anda apa itu Sistem Informasi, dan apa yang anda lakukan jika anda diminta untuk membangun sistem informasi, dia menjawab ”kalau menurut saya Sistem Informasi adalah bagaimana saya bisa menyatukan data-data di masing-masing pemegang program dan untuk membangun sistem informasi saya cukup membuat jaringan Local Area Network di kantor, sehingga saya tidak perlu jalan dan meminta data dimasing-masing program untuk memenuhi permintaan data dan informasi baik itu dari Dinas Kesehatan Provinsi, Pememerintah Daerah, atau Kepala Dinas untuk pengambilan keputusan, Semua data yang ada di program tersimpan dalam satu server sehingga saya mudah untuk mengambilnya”.
Jawaban itu terus saya pikirkan APA HANYA SEBATAS ITU SISTEM INFORMASI KESEHATAN????, mungkin Sistem Informasi Kesehatan menurut dia hanya sebatas itu dan sesederhana itu, karena hanya itu kebutuhannya, bagaimana dia Bisa memberikan data dan informasi sesuai permintaan.
Dari beberapa buku saya baca, saya menyimpulkan dalam pembangunan suatu sistem kita minimal melakukan Studi kelayakan, Rencana pendahuluan, analisa sistem, desian/merancang sistem, implementasi dan evaluasi, serta dihubungkan dengan dengan jawaban teman saya atas pertanyaan yang saya lontarkan saya merasa terlalu jauh perbedaannya dengan teori-teori pemabangunan Sistem Informasi.
Kembali saya bertanya pada diri saya sendiri apa pemahaman saya terhadap Sistem Informasi Kesehatan belum terlalu dalam, atau jawaban teman saya itu terlalu sederhana, atau memang di Indonesia ini BELUM ADA MODEL/PATRON YANG JELAS untuk pembangunan Sistem Informasi Kesehatan, dan jika pemahaman saya yang salah dan pemahaman teman saya yang sesederhana itu dimiliki oleh semua orang dijajaran kesehatan serta Belum ada model/patron yang jelas tentang Pembangunan Sistem Informasi Kesehatan maka sampai kapan pun Pembangunan Sistem Informasi Kesehatan tidak akan berhasil.
Kamis, 20 September 2007
pengenalan Sistem Informasi
SEKILAS Sistem INFORMASI
Manusia adalah mahluk sosial, disamping Sandang, pangan, dan Papan sebagai kebutuhan utamanya, maka sebagai mahluk
SEKILAS Sistem INFORMASI
Manusia adalah mahluk sosial, disamping Sandang, pangan, dan Papan sebagai kebutuhan utamanya, maka sebagai mahluk sosial manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya sebagai kebutuhan utamanya untuk dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Maka mulailah manusia mencari dan menciptakan sistem dan alat untuk saling berhubungan tersebut, mulai dari melukis bentuk (menggambar) di dinding gua, isyarat tangan, isyarat asap, isyarat bunyi, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.
Alat dan Sistem komunikasi yang diciptakan manusia tersebut kemudian dikenal dengan nama Teknologi Informasi atau yang lebih dikenal dengan istilah
” IT ” (dibaca ai-ti), singkatan dari Information Technology (eng).Pada halaman-halaman berikutnya kita bersama-sama akan menyimak perjalanan IT dari masa ke masa, mengenali alat dan teknologi IT, serta mempelajari teknologi terbaru dari IT yaitu Internet
SEJARAH Sistem INFORMASI
Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian
informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama INTERNET.
Informasi yang disampaikan pun berkembang. Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik bertempur.Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)
Pada awalnya Teknologi Informasi yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan informasi yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua, tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini mereka mulai melakukan pengidentifikasian benda-benda yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal dan mewakilinya dengan bentuk-bentuk yang kemudian mereka lukis pada dinding gua tempat mereka tinggal, karena kemampuan mereka dalam berbahasa hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan isyarat tangan sebagai bentuk awal komunikasi mereka pada masa ini.
Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)
Perkembangan selanjutnya adalah diciptakan dan digunakannya alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)
Pada masa ini Teknologi Informasi belum menjadi teknologi masal seperti yangkita kenal sekarang ini, teknologi informasi masih digunakan oleh kalangan-kalangan terbatas saja, digunakan pada saat-saat khusus, dan mahal!
3000 SM
Untuk yang pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf.
Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda(penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat dan bahasa.2900 SM
Penggunakan Huruf Hierogliph pada bangsa Mesir Kuno
Hierogliph merupakan bahasa simbol dimana setiap ungkapan di wakili oleh simbol yang berbeda, yang ketifka digabungkan menjadi satu akan mempunyai cara pengucapan dan arti yang berbeda, bentuk tulisan dan bahasa hierogliph ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.500 SM
Serat Papyrus digunakan sebagai kertas
Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar sungai nil ini menjadi media menulis/media informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya digunakan sebagai media informasi.105 M
Bangsa Cina menemukan Kertas
Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang, kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring,dicuci kemudian diratakan dan dikeringkan, penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem Cap.Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )
Tahun 1455
Mesin Cetak yang menggunakan plat huruf yang tebuat dari besi yang bisa diganti-ganti dalam bingkai yang tebuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Gutenberg.
Tahun 1830
Augusta Lady Byron Menulis program komputer yang pertama didunia berkerjasama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical-nya. Yang didesain mampu memasukan data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum komputer digital pertama ENIAC I dibentuk.Tahun 1837
Samuel Morse mengembangkan Telegraph dan bahasa kode Morse bersama Sir WilliamCook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara 2 tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan Penerimaan Informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu.
Tahun 1861
Gambar bergerak yang peroyeksikan kedalam sebuah layar pertama kali di gunakan sebagai cikal bakal film sekarang.
Tahun 1876
Melvyl Dewey mengembangkan sitem penulisan Desimal.
Tahun 1877
a. Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan Telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum.
b. Fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edweard Maybridge.Tahun 1899
Dipergunakan sistem penyimpanan dalam Tape (pita) Magnetis yang pertama.
Tahun 1923
Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama.
Tahun 1940
Dimulainya pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi pada masa Perang Dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.
Tahun 1945
Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan Hypertext.
Tahun 1946
Komputer digital pertama didunia ENIAC I dikembangkan.
Tahun 1948
Para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.Tahun 1957
- Jean Hoerni mengembangkan transistor Planar. Teknologi ini memungkinkanpengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping kecil kristal silikon.
- USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan sputnik sebagai satelit bumi buatan yang pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Projects Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dalam bidang Militer.Tahun 1962
Rand Paul Barand, dari perusahaan RAND, ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang Nuklir.
Tahun 1969
Sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah.dengan kekuatan 50Kbps.Tahun 1972
Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertamaTahun 1973 - 1990
Tahun 1991- Sekarang
Istilah INTERNET diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian difkenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA, 1981 National Science Foundation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah Server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway.
Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. 1992 pembentukan komunitas Internet, dan diperkenalkannya istilah World Wide Web oleh CERN. 1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan Internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), Jasa Registrasi (oleh Network Solution Inc,), dan jasa Informasi (oleh General Atomics/CERFnet),1994 pertumbuhan Internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah kedalam segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. 1995, Perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone, langkah ini memulai pengembangan Teknologi Informasi khususnya Internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.sosial manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya sebagai kebutuhan utamanya untuk dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Maka mulailah manusia mencari dan menciptakan sistem dan alat untuk saling berhubungan tersebut, mulai dari melukis bentuk (menggambar) di dinding gua, isyarat tangan, isyarat asap, isyarat bunyi, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.
Alat dan Sistem komunikasi yang diciptakan manusia tersebut kemudian dikenal dengan nama Teknologi Informasi atau yang lebih dikenal dengan istilah
” IT ” (dibaca ai-ti), singkatan dari Information Technology (eng).Pada halaman-halaman berikutnya kita bersama-sama akan menyimak perjalanan IT dari masa ke masa, mengenali alat dan teknologi IT, serta mempelajari teknologi terbaru dari IT yaitu Internet
SEJARAH Sistem INFORMASI
Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian
informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama INTERNET.
Informasi yang disampaikan pun berkembang. Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik bertempur.
Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)Pada awalnya Teknologi Informasi yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan informasi yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua, tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini mereka mulai melakukan pengidentifikasian benda-benda yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal dan mewakilinya dengan bentuk-bentuk yang kemudian mereka lukis pada dinding gua tempat mereka tinggal, karena kemampuan mereka dalam berbahasa hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan isyarat tangan sebagai bentuk awal komunikasi mereka pada masa ini.
Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)
Perkembangan selanjutnya adalah diciptakan dan digunakannya alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.
Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)
Pada masa ini Teknologi Informasi belum menjadi teknologi masal seperti yangkita kenal sekarang ini, teknologi informasi masih digunakan oleh kalangan-kalangan terbatas saja, digunakan pada saat-saat khusus, dan mahal!
3000 SM
Untuk yang pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf.
Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda(penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat dan bahasa.2900 SM
Penggunakan Huruf Hierogliph pada bangsa Mesir Kuno
Hierogliph merupakan bahasa simbol dimana setiap ungkapan di wakili oleh simbol yang berbeda, yang ketifka digabungkan menjadi satu akan mempunyai cara pengucapan dan arti yang berbeda, bentuk tulisan dan bahasa hierogliph ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.500 SM
Serat Papyrus digunakan sebagai kertas
Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar sungai nil ini menjadi media menulis/media informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya digunakan sebagai media informasi.105 M
Bangsa Cina menemukan Kertas
Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang, kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring,dicuci kemudian diratakan dan dikeringkan, penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem Cap.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )
Tahun 1455 Mesin Cetak yang menggunakan plat huruf yang tebuat dari besi yang bisa diganti-ganti dalam bingkai yang tebuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Gutenberg.
Tahun 1830
Augusta Lady Byron Menulis program komputer yang pertama didunia berkerjasama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical-nya. Yang didesain mampu memasukan data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum komputer digital pertama ENIAC I dibentuk.
Tahun 1837
Samuel Morse mengembangkan Telegraph dan bahasa kode Morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara 2 tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan Penerimaan Informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu.
Tahun 1861
Gambar bergerak yang peroyeksikan kedalam sebuah layar pertama kali di gunakan sebagai cikal bakal film sekarang.
Tahun 1876
Melvyl Dewey mengembangkan sitem penulisan Desimal.
Tahun 1877
a. Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan Telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum.
b. Fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edweard Maybridge.
Tahun 1899
Dipergunakan sistem penyimpanan dalam Tape (pita) Magnetis yang pertama.
Tahun 1923
Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama.
Tahun 1940
Dimulainya pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi pada masa Perang Dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.
Tahun 1945
Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan Hypertext.
Tahun 1946
Komputer digital pertama didunia ENIAC I dikembangkan.
Tahun 1948
Para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.
Tahun 1957
- Jean Hoerni mengembangkan transistor Planar. Teknologi ini memungkinkan pengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping kecil kristal silikon.
- USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan sputnik sebagai satelit bumi buatan yang pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Projects Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dalam bidang Militer.
Tahun 1962
Rand Paul Barand, dari perusahaan RAND, ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang Nuklir.
Tahun 1969
Sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah.dengan kekuatan 50Kbps.
Tahun 1972
Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertama
Tahun 1973 - 1990
Istilah INTERNET diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian difkenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA, 1981 National Science Foundation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah Server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway.
Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. 1992 pembentukan komunitas Internet, dan diperkenalkannya istilah World Wide Web oleh CERN. 1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan Internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), Jasa Registrasi (oleh Network Solution Inc,), dan jasa Informasi (oleh General Atomics/CERFnet),1994 pertumbuhan Internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah kedalam segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. 1995, Perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone, langkah ini memulai pengembangan Teknologi Informasi khususnya Internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.
Tentang Jaringan virtual sistem informasi perusahaan
Tentang Jaringan virtual sistem informasi perusahaan
- Jaringan Virtual Sistem Informasi atau yang juga dikenal sebagai VPN (Virtual Private Network) adalah jaringan komunikasi data antar lokasi dalam suatu perusahaan yang terpisah secara geografis & membentuk jaringan sistem informasi yang lebih luas.
- VPN dapat dibentuk melalui infrastruktur jaringan publik (misalnya internet) atau melalui infrastruktur jaringan khusus milik perusahan penyedia jasa jaringan sistem informasi (VPN service provider)
Virtual Private LAN Services (VPLS)
- Jaringan VPLS dibangun dengan menggunakan konsep pseudo-wire (kawat maya). Dengan layanan in, dua titik lokasi (atau lebih) yang terpisah mampu dihubungkan melalui suatu kawat privat virtual secara point-to-point seolah-olah keduanya tersambung melalui kabel UTP.
- Layanan ini membangun terowongan lapisan kedua (L2 tunnel) melalui jaringan berbasis IP sehingga perangkat disatu lokasi seolah-olah tersambung langsung secara fisik ke perangkat dilokasi lain.
Pada gambar 3 terlihat beberapa lokasi yang saling terhubung melalui pseudo-wire untuk membentuk jaringan VPN.
Tentang Quasar VPLS
Teknologi Quasi-Wire®
- Layanan Quasar VPLS dibangun dengan menggunakan teknologi Quasi-Wire®. Teknologi ini mampu menghubungkan dua titik lokasi jaringan yang terpisah melalui suatu kawat privat virtual secara point-to-point. Dengan Quasi-Wire® dua ethernet interface yang berjauhan dapat dihubungkan seolah-olah hanya dengan menggunakan kabel UTP.
- Menurut konsep awalnya, teknologi Quasi-Wire® berfungsi membangun terowongan lapisan kedua (L2 tunnel) melalui jaringan berbasis IP sehingga perangkat disatu lokasi seolah-olah tersambungkan secara fisik dengan perangkat dilokasi lainnya.
- Dalam tahap selanjutnya, Quasar mengembangkan teknologi Quasi-Wire® ini pada jaringan dengan berbagai protokol seperti GSM, CDMA dan PSTN.
Quasar VPLS merupakan layanan VPLS pertama yang dapat diterapkan menggunakan berbagai jenis infrastruktur jaringan komunikasi. Keunggulan yang ditawarkan oleh layanan ini adalah:
- Metro Connectivity: Sangat cocok untuk menghubungkan beberapa lokasi yang terpisah secara geografis untuk dibentuk sebagai jaringan sistem informasi tunggal.
- Cost Effective: Hanya menggunakan perangkat-perangkat berbasis interface ethernet yang sangat ekonomis.
- Not demanding on PE Routers: tidak memerlukan routing yang rumit disisi provider.
- Multi Data protocol: Dapat dipakai untuk menangani berbagai protokol data seperti SNA atau IPX sama baiknya dengan IP.
- Multi Netwok Protocol: Dapat menggunakan berbagai jaringan yang tersedia dilapangan seperti IP, PSTN, GSM, GPRS, CDMA dan RTT.
- Private Routing Domain: Tidak perlu berbagi informasi domain lokal dengan penyedia jaringan.
- Simple CE Device: Karena tidak memerlukan, maka perangkat disisi pelanggan hanya berupa jenis gateway.
- Clear Demarcation: Terjadi batas yang jelas antara sisi jaringan pelanggan dengan sisi penyelenggara jaringan.
- Easy to manage: Kesederhanaan topologi dan peralatan memberikan jaminan kemudahan pemeliharaan serta menurunkan biaya operasional.
- Metro Ethernet integration: VPLS menjadikan penggabungan beberapa Metro Ethernet menjadi sangat mudah dan sederhana.
- Management integration: Sangat mudah diintegrasikan dengan layanan layer 2 lainnya seperti Frame-Relay dan ATM untuk membentuk infrastruktur jaringan tunggal.
Jika dibandingkan dengan VPLS over MPLS:
- Quasar VPLS cukup menggunakan CE berupa embeded gateway yang sederhana pengoperasiannya., sedangkan VPLS over MPLS memerlukan kombinasi PE setara router dengan settingan khusus.
- Quasar VPLS dapat menggunakan kombinasi jaringan private dan public dari berbagai provider sekaligus sehingga jangkauannya menjadi tidak terbatas. Sedangkan VPLS over MPLS hanya dapat menggunakan jaringan private dari satu provider saja.
Rabu, 19 September 2007
Sistem Informasi Nasabah Reksa Dana/Unit Registry
SIAR adalah akronim kata dari Sistem Informasi Administrasi Nasabah Reksa Dana dan merupakan suatu sistem aplikasi untuk mengadministrasi data-data Reksa Dana yang meliputi kegiatan: Pembukaan Rekening Nasabah (Individu maupun Institusi), Pemrosesan data-data transaksi (Subscription, Redemption, Switching), Pelaporan data transaksi untuk Kustodi dan pengguna informasi Reksa Dana, Proses update data unit penyertaan nasabah dan Proses perhitungan berbagai macam fee i.e. management fee, etc.
SIAR adalah akronim kata dari Sistem Informasi Administrasi Nasabah Reksa Dana dan merupakan suatu sistem aplikasi untuk mengadministrasi data-data Reksa Dana yang meliputi kegiatan: Pembukaan Rekening Nasabah (Individu maupun Institusi), Pemrosesan data-data transaksi (Subscription, Redemption, Switching), Pelaporan data transaksi untuk Kustodi dan pengguna informasi Reksa Dana, Proses update data unit penyertaan nasabah dan Proses perhitungan berbagai macam fee i.e. management fee, etc.
SIAR menyediakan berbagai bentuk laporan yang dapat dibuat on demand pada saat kapan saja oleh pengguna. Laporan-laporan dapat di-browsed melalui screen browser, dicetak atau diproduksi dalam berbagai macam format (PDF, Excel, Word).
SIAR adalah solusi yang sangat efektif dan berbasis multi-user, yang men-support berbagai macam kategori tipe Reksa Dana.
- Pemrosesan transaksi secara Real Time
- Dapat menghandel berbagai macam tipe Account
- Menghandel berbagai tipe Reksa Dana
- Consolidated Customer Statements/Account Statements
- Dapat memroses Transaksi Omnibus dari Agent/Broker
- Data dapat diekstrak ke dalam berbagai macam format
- Kemampuan melacak Agent/Broker/Office/Rep
- Kemampuan inquiry yang handal
- User interface berbasis Windows yang elegan
- Multi currency, multi-user, multi-location
- Pelaporan yang bersifat fleksibel karena menggunakan standard industri Reporting Tools
- Dapat dengan mudah di-integrasikan dengan sistem-sistem lainnya
- Deployment dan Implementasi yang cepat de
Audit Sistem Informasi: At a Glance
var sbtitle=encodeURIComponent("Audit Sistem Informasi: At a Glance"); var sburl=decodeURI("http://theakuntan.com/http://theakuntan.com/index.php?option=com_content&task=view&id=23");var sburl=sburl.replace(/amp;/g, "");sburl=encodeURIComponent(sburl);
Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya Tujuan itu antara lain adalah:
1. Pengamanan atas aktiva
Dukungan sistem informasi berbasis komputer dalam pengamanan aktiva yang terdapat di bagian atau fungsi pengolahan data elektronik, yang meliputi: hardware, software, personel, file data dan pendukung sistem informasi. Hardware dapat saja rusak, data dapat hilang dan masih banyak kemingkinan yang terjadi. Seperti halnya aktiva lain, sistem informasi juga harus didukung oleh suatu sistem pengendalian internal yang memadai. Dukungan sistem informasi berbasis komputer dalam pengamanan aktivajuga tidak terbatas hanya pada assets bagian PDE saja, tetapi meliputi juga bagian-bagian lain dalam organisasi.
2. Pemeliharaan atas integritas data
Integritas data (data integrity) di dalam sebuah sistem informasi berbasis komputer mempunyai pengertian bahwa data yang diolah dalam suatu sistem informasi berbasis komputer haruslah data yang memenuhi syarat:
lengkap (completeness)
mencerminkan suatu fakta yang sebenarnya (soundness)
asli, belum diubah (purity)
dapat dibuktikan kebenarannya (veracity)
3. Peningkatan Efektivitas
Penggunaan sistem informasi berbasis komputer harus dapat meningkatkan efektifitas dalam pencapaian tujuan organisasi. Hal ini berarti adanya evaluasi sistem informasi dan kebutuhan pemakai terhadap sistem informasi.
3. Peningkatan Efisiensi
Penggunaan sistem informasi berbasis komputer harus dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang dibutuhkan dalam upaya mendukung efisiensi operasi organisasi. Hal ini berarti adalah sebuah sistem informasi yang efisien yaitu dengan penggunaan sumberdaya seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.Dampak Komputer dalam AuditPada saat komputer pertama kali digunakan, banyak auditor mempunyai pemikiran bahwa proses audit akan harus nbanyak mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan penggunaan teknologi komputer. Ada dua utama yang harus diperhatikan dalam audit atas pemrosesan data elektronik, yaitu pengumpulan bukti (evidence collection) dan evaluasi bukti (evidence evaluation)
1. Proses Pengumpulam Bukti
Proses keandalan pengumpulan bukti dalam sebuah sistem yang terkomputerisasi seringkali akan lebih kompleks daripada sebuah sistem manual. Hal ini terjadi karena auditor akan berhadapan dengan keberadaan sebuah pengendalian internal pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang kompleks karena teknologi yang melekat dan sangat berbeda dengan pengendalian sistem manual. Sehingga sebuah sistem informasi berbasis komputer secara alamiah mempunyai inherent risk yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemrosesan manual.Sebagai contoh dalam sebuah proses ‘update‘ data memerlukan seperangkat pengendalian yang memang berbeda karena kondisi alamiah yang melekatinya. Atau dalam proses pengembangan sebuah sistem, maka diperlukan pengendalian lewat berbagai ‘testing program’ yang mungkin tidak ditemui dalam sistem manual. Untuk itu auditor harus mampu memahami pengendaliannya untuk dapat memperoleh keandalan sebuah bukti yang kompeten.Namun malangnya, memahami pengendalian dalam sebuah sistem yang berbasis teknologi sangatlah tidak mudah. Perangkat keras maupun lunak terus berkembang secara cepat seiring perkembangan teknologi. Sehingga selalu ada kesenjangan waktu antara teknologi yang dipelajari oleh auditor dengan perkembangan teknologi yang cepat.Sebagai contoh, dengan meningkatnya penggunaan transmisi komunikasi data, maka auditor paling tidak juga harus memahami prinsip-prinsip kriptografi (penyandian) dalam sebuah jaringan yang terintegrasi.
2. Evaluasi Bukti
Bukti audit dalam sistem informasi akuntansi berbasis komputer seringkali berupa angka-angka digital, dan kadangkalan sulit dalam penelusurannya karena tidak berbentuk fisik seperti di lingkungan manual.dokumen-dokumen konvensional (hardcopy) yang bersifat verifiable evidence dan mengarah ke paperless office. Dokumen atau hardcopy bukan lagi menjadi bagian utama untuk tujuan pencatatan. Dokumen-dokumen tersebut digantikan dengan sinyal kode binarydigit dalam bahasa komputer yang intangible.Interaksi keahlian dalam Audit Sistem InformasiAudit Sistem Informasi bukan hanya sekedar perluasan dari traditional auditing (manual auditing). Kebutuhan akan audit sistem informasi beranjak dari dua hal, yaitu: Pertama, auditor menyadari bahwa komputer berpengaruh dalam fungsi atestasi yang mereka lakukan. Kedua, organisasi dan manajemen menyadari bahwa sistem informasi komputer merupakan sumberdaya yang bernilai sehingga perlu adanya pengendalian seperti halnya sumberdaya lain dalam organisasi. Audit Sistem Informasi merupakan interseksi dari empat bidang ilmu, yaitu:
1. Taditional Auditing (Traditional Auditing)
Traditional Auditing memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang teknik pengendalian internal di sebuah sistem informasi. Beberapa pengendalian yang dilakukan dalam audit tradisional dapat dilakukan secara langsung dalam pengendalian di lingkungan PDE. Metodologi umum untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang digunakan pada lingkungan PDE berasal dari audit tradisional. Auditor yang berpengalaman dan dengan tambahan pemahaman pengetahuan tentang komputer akan lebih mudah menerapkan logika pengendalian internal yang tradisional ke basis komputer.
2. Information System Management
Banyak kejadian ketika awal penerapan sebuah sistem pemrosesan data elektronik terjadi banyak ‘kecelakaan’. Seringkali memerlukan biaya yang sangat tinggi dan sering pula terjadi kegagalan dalam pencapaian tujuan. Hal ini karena belum adanya manajemen sistem informasi yang baik pada saat itu. Sebuah Information System Management akan menghasilkan cara-cara penerapan sistem informasi berbasis komputer pada perusahaan dengan lebih baik melalui tahap-tahap pengembangan sistem, seperti: analisis sistem, perancangan sistem, programming, testing, implementation dan kemudian operasional serta pemantauan dan evaluasinya.
3. Computer Science
Pengetahuan teknik mengenai ilmu komputer sangat penting agar dapat menghasilkan kemampuan sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk safeguard assets, integritas data, efektifitas dan efisiensi. Teknologi komputer yang berkembang pesat dengan munculnya e-commerce, e-business, dan sebagainya akan membawa pengaruh besar kepada perkembangan teknologi informasi.
4. Behavioral Science